1. Kode BCD (Binary Coded Decimal)
Merepresentasikan masing-masing 10 digit desimal
menjadi kode 4-digit biner.
Kode ini digunakan untuk meng-outputkan hasil digital ke
peralatan yang men-displaykan bilangan numerik (0-9),
seperti : jam digital, voltmeter digital
Ada 5 jenis kode BCD :
1. Kode 8421
Kode dengan faktor pembobot
2. Kode 5421
3. Kode 2421
4. Kode Excess-3
Bukan kode pembobot
5. Kode 2 of 5
Kode pembobot direpresentasikan sebagai :
d10 = 8xa3 + 4xa2 + 2xa1 + 1xa0
Nilai desimal
Nilai bobot (tergantung jenis
kode pembobot)
Contoh :
1) 710 = ....BCD (8421) ?
710 = 8x0 + 4x1 + 2x1 + 1x1
710 = 0111BCD(8421)
2) 1810 = ....BCD (5421) ?
1810 = 5x0 + 4x0 + 2x0 + 1x1
= 0001 1011BCD(5421)
5x1 + 4x0 + 2x1 + 1x1
3) 4810 = ....BCD (2421) ?
4810 = 2x0 + 4x1 + 2x0 + 1x0
= 0100 1110BCD(2421)
2x1 + 4x1 + 2x1 + 1x0
Dari ke-tiga jenis kode BCD dengan bobot, yang paling
banyak digunakan adalah kode 8421
Kode Excess-3
Kode ini memiliki kelebihan nilai 3 dari digit asalnya.
Contoh :
010 disimpan sebagai (0+3) = 0011Excess-3
Nilai tertinggi untuk BCD Excess-3 adalah (9+3) = 1100Excess-3
Kode 2 of 5
Kode ini memiliki 2 nilai bit “1” dari 5 bit yang tersedia.
Penempatan bit “1” dimulai dari MSB, sedang bit “1”
untuk digit berikutnya mengikuti posisi di sebelahnya.
Contoh :
210 disimpan sebagai 100102 of 5
2. Kode ASCII (American Standard Code for
Information Interchange)
Merepresentasikan nilai alphanumeric (huruf, bilangan dan simbol)
menjadi nilai-nilai biner
Nilai-nilai ini akan dibaca dan diproses oleh peralatan digital
(misal : komputer, microprocessor) dalam bentuk biner
ASCII Code terdiri dari 7 bit biner
7 bit
27 = 128 kombinasi kode
3 bit MSB dan 4 bit LSB
Contoh :
100 0111 = G
Grup 3 bit Grup 4 bit
(MSB)
(LSB)
7
3. Gray Code
Digunakan dalam peng-kode an posisi sudut dari peralatan yang
bergerak secara berputar, seperti motor stepper, mesin bubut
otomatis, gerinda
16 kombinasi untuk
Kode ini terdiri dari 4 bit biner, dengan 24
total putaran 360o.
Masing-masing kode digunakan untuk perbedaan sudut 22,5o
(= 360o/16)
4. Hamming Code
Kode ini dikenalkan oleh Richard Hamming (1950) sebagai
kode tunggal pengoreksi kesalahan (single error-correcting code).
Bit penge-cek ditambahkan ke dalam bit-bit informasi,
jika suatu saat ada perubahan bit-bit data ketika proses transmisi,
maka bit-bit informasi asli masih bisa diselamatkan.
Kode ini dikenal pula sebagai parity code
Bit penge-cek tambahan diberikan pada bit-bit informasi sebelum
ditransmisikan, sedangkan pada sisi penerima dilakukan
penge-cek an dengan algoritma yang sama dengan
pembangkitan bit penge-cek tambahan
pengen labih lengkapnya buka ==>
http://lecturer.eepis-its. edu/~prima/elektronika%20d igital/elektronika_digital 1/bahan_ajar/Bab6b_Rangkai an%20Aritmeti